Selasa, 23 Juli 2013

Pacar Air(Impatient balsamina L.)

Nama              : Pacar Air
Nama Latin    : Impatient Balsamina
Jenis              : Tanaman Liar
Keterangan   :
Pacar air (Impatient balsamina L.) lebih dikenal sebagai tanaman hias yang mempunyai beragam warna bunga, dari yang kuning, putih, merah, merah jambu, maupun kombinasi-kombinasi warna. Semua bagian dari tanaman pacar air, dari mulai akar, batang, daun, bunga, dan biji, dapat dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit. Pacar air berasal dari India. Di Indonesia ditanam sebagai tanaman hias, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar.

Manfaat :
1. Rematik, radang kulit (dermatitis), dan bengkak.
Bunga pacar air segar yang telah dihaluskan ditempelkan pada bagian yang sakit.

2. Tulang patah atau retak dan antiradang (antiinflamasi). 
Daun pacar air segar dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.

3. Bisul (furunculus) dan radang kulit (dermatitis). 
15 gram daun pacar air segar, 5 lembar daun cocor bebek segar, dihaluskan lalu ditempelkan pada bisul.

4. Radang kuku. 
Seluruh herba pacar air secukupnya dihaluskan lalu ditempelkan pada kuku dan dibungkus dengan kain kasa. Lakukan 7-14 hari secara rutin.

5. Peluruh haid/melancarkan haid (emenagog) :
4-5 bonggol akar pacar air, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu diminum airnya setelah disaring. Lakukan 3-4 kali sehari.

6. Keputihan (leucorrhea) :
30 gr daun segar tanaman pacar air, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu idsaring dan diminum airnya.

7. Bisul (furunculus), radang kulit (dermatitis). 
3-6 gr bunga pacar air, 5 lembar daun cocor bebek, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya.

8. Tertusuk tulang di kerongkongan
Cuci akar pacar air yang segar, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya, kunyah dan telan dengan air hangat.

Perawatan Tanaman :
Sebarkan biji pada tanah yang basah atau tanam bijinya.

Patikan Kebo(Euphorbia Hirta L)

Nama              : Patikan Kebo
Nama Latin    : Euphorbia Hirta L
Jenis              : Tanaman Liar
Keterangan   :
Orang tua kita pada jaman dulu sebelum puskesmas dan dokter bertebaran seperti saat ini, menggunakan getah tumbuhan ini untuk mengobati penyakit mata yang merah karena belekan atau glaukoma. Namun, khasiat tumbuhan ini tidak hanya terbatas itu saja. Patikan kebo mempunyai sifat anti inflamasi (anti radang), diuretic (peluruh kencing) dan anti pruritic (menghilangkan gatal). Tanaman yang seperti rumput tak berguna ini sering tumbuh di pinggir sawah, kebun bahkan di pinggir selokan mempunyai manfaat yang luar biasa.

Manfaat :
1. Disentri. 
Patikan kebo 15 - 24 gram ditambah gula pasir (bila berdarah) atau gula enau (bila berlendir), tambah air secukupnya, ditim, minum.

2. Melancarkan kencing. 
Tanaman segar 30- 60 gram, tambah air secukupnya, rebus, minum 2 x sehari.

3. Bronkhitis. 
Ramuan:lumatkan herba Patikan Kebo segar yang belum berbunga 10 gram ditambah air secukupnya., setelah itu diperas. Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari.

4. Abses payudara. 
Patikan kebo segar 60 gram ditambah 120 gram tahu putih, di tim, makan.

5. Untuk thypus abdominalis, 
caranya : ambil patikan kebo yang masih segar, tambahkan air secukupnya, rebus dan minum 3 x sehari.

6. Untuk eksim, 
caranya : ambil patikan kebo yang masih segar kira-kira 90 gr tambah 1/2 liter alkohol 70%, rendam 3-5 hari kemudian dipakai untuk mencuci eksim tersebut.

7. Untuk radang ginjal, 
caranya : ambil tanaman kering 60 gr atau segar 30- 60 gr, rebus kemudian diminum.

8. Untuk radang tenggorokan, 
caranya : ambil daun patikan kebo secukupnya, seduh dengan air panas dan dipakai untuk kumur-kumur.

9. Untuk asma, 
caranya : ambil satu genggam daun patikan kebo kering, direbus dengan 2-3 gelas air hingga mendidih disaring dan diminum 2 x sehari 1/2 gelas pagi dan sore.

10. Radang kelenjar susu atau payudara bengkak. 
Satu genggam daun patikan kebodan 2 sendok kedelai direbus dengan 3 - 5 gelas air mendidih, diminum 2 kali sehari 1 cangkir.

11. Obat Mata
jika kita terkena penyakit radang mata, tetesan getah tumbuhan ini dapat kita gunakan sebagai obat tetes mata.

12. Luka sayat
daunnya yang telah kita cuci, dan ditumbuk halus dapat kita gunakan untuk mengobati luka tersayat pada kulit

13. Obat bisul
dapat mempercepat masaknya penyakit bisul, dengan cara menempelkan tumbuhan ini pada mata bisul, sehingga cepat pecah.

Perawatan Tanaman :
Tumbuhan ini berkembang biak melalui biji.

Daun Perak(Episcia)

Nama              : Daun Perak
Nama Latin    : Episcia
Jenis              : Tanaman Hias
Keterangan   :
Merupakan jenis tanaman pemanjat, tanaman ini membutuhkan kelembaban yang tinggi sehingga sulit untuk dijadikan tanaman specimen/ tanaman hias gantung, namun cukup baik untuk dijadikan tanaman penutup tanah. Tanaman ini menghasilkan anakan untuk perbanyakan. Setelah tanaman berbunga sebaiknya dilakukan pemotongan batang. Episcia memiliki bentuk daun yang menarik dan cantik dengan bunga tubularnya yang berukuran kecil.

Manfaat :
Dapat mengobati penyakit bisul, obat luka, koreng

Perawatan Tanaman :
Ambil anakannya dan tanam pada wadah baru.

Sinyo Nakal(Duranta Erecta)

Nama              : Sinyo Nakal
Nama Latin    : Duranta Erecta
Jenis              : Tanaman Hias
                          dan Pagar
Keterangan   :
Tanaman yang urnum dibudidayakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, baik sebagai tanaman hias maupun untuk pagar. Dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dari dataran rendah dekat pantai sampai pegunungan, pada ketinggian 5-2.000 m di atas permukaan laut, Berbunga hampir sepanjang tahun dan pemanenan sebaiknya setelah buah masak atau berwarna kuning.

Manfaat :
1. Malaria,
“Cuci bersih 20 gram buah sinyo nakal kering, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih dan airnya tersisa 200 cc. Setelah dingin, saring hasil rebusan. Minum ramua 2-3 kali sehari, masing- masing 200 cc.”

2. Memperlancar peredaran darah, 
“Tiga puluh gram daun sinyo nakal segar dicuci bersih, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga airnya tersisa 400 ml. Setelah dingin, saring ramuan. Minum ramuan 2 kali sehari, pagi dan sore.”

Catatan : “Ramuan berbahan sinyo nakal tidak dianjurkan dikonsumsi oleh wanita hamil”

Perawatan Tanaman :
Cara budi daya tanaman ini yaitu dengan perbanyakan tanaman dengan biji atau setek. Pemeliharaannya mudah, perlu cukup air dengan penyiraman yang cukup, menjaga kelembapan, dan pemupukan terutama pupuk dasar. Sinyo nakal menghendaki tempat yang cukup sinar matahari. Tanaman ini dapat tumbuh di ketinggian 5-2.000 m dpl. Tumbuhan ini tidak banyak memerlukan perhatian untuk tumbuh baik. Pemangkasan adalah hal yang perlu diperhatikan karena pertumbuhannya cepat dan mudah membentuk semak yang tebal.

Teh Tehan(Acalypha Siamensis)

Nama              : Teh Tehan
Nama Latin    : Acalypha Siamensis
Jenis              : Tanaman Hias 
                          dan Pagar
Keterangan   :
Daun teh-tehan atau Acalypha siamensis merupakan tanaman bercabang banyak membentuk semak. Daunnya berukuran sedang dan tumbuh membentuk rumpun, cocok dijadikan pagar hidup. Tanam daun teh-tehan di bagian depan pagar rumah dan biarkan tumbuh hingga menutupi seluruh permukaan pagar. Tampilan rumah jadi lebih hijau, udara yang masuk ke dalam rumah jadi lebih bersih dan segar. Tergolong sebagai tanaman perdu, daun teh-tehan yang relatif rapat dapat menghambat gelombang suara yang melewatinya. Cocok sekali bagi rumah yang terletak di tepi jalan raya.

Manfaat :
- Mengobati demam dan penyakit renosis
- Dipercaya sebagai diuretic yang dapat menyembuhkan luka

Perawatan Tanaman :
Diperlukan perawatan pada saat awal menanam teh tehan sebagai material taman, perawatannya sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan cara melakukan penyiraman secara rutin sampai kira kira 3 minggu

Minggu, 21 Juli 2013

Cocor Bebek(Kalanchoe pinnata)

Nama              : Cocor Bebek
Nama Latin    : Kalanchoe pinnata
Jenis              : Tanaman Hias
Keterangan   :
Cocor bebek atau sosor bebek / suru bebek (Latin:Kalanchoe pinnata syn. Bryophyllum calycinum syn. Bryophyllum pinnatum) adalah tumbuhan sukulen (mengandung air) yang berasal dari Madagaskar. Tanaman ini terkenal karena metode reproduksinya melalui tunas daun (tunas/adventif) dan umum di daerah beriklim tropika seperti Asia, Australia, Selandia Baru, India Barat, Makaronesia, Maskarenes, Galapagos, Melanesia, Polinesia, and Hawaii. Di wilayah tersebut, sosor bebek populer digunakan sebagai tanaman hias di rumah tetapi banyak pula yang tumbuh liar di kebun-kebun dan pinggir parit yang tanahnya banyak berbatu.

Manfaat :
1. Mengatasi wasir,
Daun cocor bebek dicuci bersih, diangin anginkan sampai kering lalu ditumbuk sampai menjadi bubuk. Seduh satu sendok bubuk dengan air panas dalam cangkir, tambahkan satu sendok madu, minum hangat hangat 3x/hari.

2. Mengatasi nyeri lambung, 
Lima lembar daun cocor bebek diperas tambah sedikit garam dan diminum air perasan nya.

3. Mengatasi muntah darah, 
Tujuh lembar daun cocor bebek dilumatkan, tambahkan gula merah, tim dan minum selagi hangat.

4. Mengatasi radang amandel, 
10 lembar daun cocor bebek dilumatkan dan gunakan airnya untuk kumur kumur.

5. Mengatasi radang telinga luar, 
Gunakan air perasan daun cocor bebek sebagai obat tetes telinga.

6. Obat bisul, 
Ambillah 30 – 60 gr daun cocor bebek segar dan dilumatkan, ambil air lumatannya, tambahkan dengan madu dan diminum, sisa air lumatannya tersebut ditempelkan dibagian yang sakit.

7. Mengobati bekas / luka gigitan nyamuk.
Caranya, ambil 5-10 lembar daun sosor bebek, tumbuk halus, lalu peras. Gosokkan pada luka gigitan nyamuk. Lakukan 3 kali sehari sebanyak diperlukan.

8. Menyembuhkan keseleo pada pergelangan kaki / tangan. 
Caranya, ambil 10 daun sosor bebek, giling halus, lalu tempelkan pada kaki / tangan yang sakit selama 30 menit. Lakukan 3 kali sehari hingga sembuh.

9. Mengobati sakit gigi. 
Caranya, ambil daun cocor bebek secukupnya, lalu giling halus, kemudian tempelkan pada bagian wajah (pipi) yang bengkak. Lakukan sebanyak yang diperlukan

Perawatan Tanaman :
Untuk menanam cocor bebek, cukup lepaskan sehelai daunnya, dan letakkan disebuah media tanam yang sudah disediakan sebelumnya. Dalam beberapa hari, akar dan tunas akan muncul di pangkal daun. Akar dan tunas inilah yang akan tumbuh besar menjadi tanaman cocor bebek.

Lidah Buaya(Aloe Vera)

Nama              : Lidah Buaya
Nama Latin    : Aloe Vera
Jenis              : Tanaman Hias
Keterangan   :
Lidah buaya, tumbuhan yang satu ini terkenal memiliki nama latin aloe barbadensis milleer atau aloe vera. Lidah buaya sangat mudah sekali ditemukan di daerah/kawasan afrika, walaupun sekarang ini di Indonesia juga sudah mudah ditemukan. Seiring dengan pesatnya kemampuan dan perkembangan kemajuan ilmu teknologi dan pengetahuan, lidah buaya tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman herbal saja melainkan mulai merambah ke industri farmasi, bahan baku pembuatan kosmetik, dan menjadi salah satu bahan baku pembuatan minuman serta makanan kesehatan.

Manfaat :
1. Radang tenggorokan
Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.

2. Ambeien
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.

3. Sembelit
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

4. Diabetes melitus
Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

5. Penurun kadar gula darah
Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas selama 2 sampai 3 hari

6. Penyubur rambut
Cara meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

7. Batuk yang membandel
Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Campur dengan 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari.

8. Mengatasi Ketombe.
Ternyata tumbuhan yang satu ini sangat cocok untuk anda yang memiliki masalah ketombe, dan gatal diarea kulit kepala, sehingga ketombe dapat terkurangi bahkan terangkat hilang. Adapun caranya sangat mudah: siapkan lidah buaya, ambil bagian lendir yang terdapat pada dagingnya, lalu usapkan kebagian rambut sebelum anda melakukan kramas.

Perawatan Tanaman :
Cara pembibitannya, dengan mengambil anakan yang mulai tumbuh. Congkel anakan lidah buaya, jangan sampai akarnya putus. Kemudian taruh dalam polibag, atau langsung tanam di pot atau pekarangan.

Bunga Pukul 8(Turnera ulmifolia L)

Nama              : Bunga Pukul 8
Nama Latin    : Mirabilis Jalapa L
Jenis              : Tanaman Liar
Keterangan   :
Bunga pukul delapan ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar, tepi saluran air, dan umumnya tumbuh berkelompok. Tumbuhan yang berasal dari Hindia Barat ini bisa ditemukan pada ketinggian 10-250 m dpl, pada tempat-tempat yang terkena sinar matahari langsung atau sedikit terlindung. Herba tegak dengan akar pena yang panjangnya 0,3-0,8 m ini berdaun tunggal, berbentuk bulat telur elips, pangkal berbentuk baji, ujung runcing, tepi bergerigi kasar, tulang daun menyirip, mempunyai kelenjar, panjang 2-7 cm dan lebar 1-4 cm. Bunga mekar sekitar pukul 8 pagi dan layu sekitar pukul 12 siang. Mahkota bunga bentuknya bulat telur sungsang, pada pangkalnya cokelat, kuning muda di atasnya, dan terpuntir waktu kuncup. Buah berbentuk telur lebar, dengan biji lebih dari 30.

Manfaat :
1. Gangguan pencernaan, seperti perut kembung, tidak nafsu makan, rematik sendi yang disertai bengkak, o bengkak karena memar, dan lemah setelah sembuh dari sakit berat. 
- Untuk obat yang diminum, rebus daun atau akar segarnya (15 g). Setelah dingin, saring dan minum airnya.
- Untuk obat luar, tumbuk daun segar secukupnya, tambahkan kapur sirih (secukupnya), lalu aduk rata. Tempelkan pada bisul atau bagian tubuh yang bengkak dan memar, lalu balut.

2. Rematik sendi disertai bengkak, bengkak akibat memar 
Cuci akar segar bunga pukul delapan, lalu potongpotong seperlunya. Rebus dengan tiga gelas air sampai airnya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.

Perawatan Tanaman :
Perbanyakan tumbuhan bunga pukul 8 adalah dengan biji.

Bunga Pukul Empat(Mirabilis Jalapa L)

Nama              : Bunga Pukul Empat
Nama Latin    : Mirabilis Jalapa L
Jenis              : Tanaman Liar
Keterangan   :
Bunga ashar dikenal juga sebagai kembang pukul empat atau Four o’clock plant yang dalam bahasa latin disebut Mirabilis jalapa L. Meskipun bunga ashar atau kembang pukul empat bukan bunga asli Indonesia melainkan berasal dari Meksiko, namun bunga ashar ditetapkan sebagai flora identitas provinsi Lampung. Dinamakan bunga ashar atau asar dan kembang pukul empat lantaran kebiasaan bunga ini yang mekar pada sore hari sekitar pukul empat sehingga pada jaman dulu masyarakat Lampung menggunakannya sebagai pertanda masuknya waktu sholat Ashar. Karena itu bunga ashar atau kembang pukul empat sering ditanam di pekarangan atau di depan surau.

Manfaat :
1. Bisul
Cuci bersih 10 lembar daun kembang pukul empat, lumatkan, lalu tambahkan air garam secukupnya. Tempelkan hasil lumatan pada bisul dan daerah sekelilingnya, lalu balut dengan kain atau perban.

2. Infeksi saluran kencing/prostatitis, radang amandel, kencing manis (diabetes melitus), kencing berlemak, keputihan (leucorrhea), erosi mulut rahim (cervical erosion), dan radang sendi akut (acute arthritis)
Rebus 9—15 g kering atau 15—30 g segar akar kembang pukul empat dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring air rebusan dan minum dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

3. Keputihan
Akar Bunga Pukui Empat segar 10 gram, Air secukupnya, Dibuat jus atau dipipis. Dikompreskan pada bagian yang sakit. Diulang selama 7 hari.

4. mengobati jerawat dan kulit terbakar
Caranya: pecah buahnya kemudian kumpulkan dalam wadah untuk dibuat tepung bedak. Tepung bedak ini ditambah air, kemudian dioleskan pada wajah yang kena jerawat. Bedak tadi juga bisa digunakan untuk kulit yang terbakar.

Perawatan Tanaman :
Tanaman ini sangat cepat untuk berkembangbiak. Adapun cara berkembang biak tanaman ini ada beberapa cara yaitu melalui biji dan melalui tunas. Sehingga jika kita telah menanam satu tanaman ini maka secara langsung tanaman ini akan cepat bertambah karena biji yang jatuh akan segera tumbuh secara alami. Sedangkan yang tumbuh melalui umbi yaitu umbi juga akan tumbuh di tempat yang cukup air. Sehingga tanaman ini sangat mudah untuk ditemukan.

Tapakdara (Catharanthus roseus)

Nama              : Tapak Dara
Nama Latin    : Catharanthus 
                          Roseus
Jenis              : Tanaman Liar 
                          dan Hias
Keterangan   :
Tapakdara (Catharanthus roseus) banyak ditanam sebagai tanaman hias atau tumbuh liar di halaman kita. Tapakdara mempunyai 2 jenis bunga putih dan ungu. Tumbuhan semak tegak yang dapat mencapai ketinggian batang sampai 1 meter. Tanaman ini merupakan tumbuhan liar yang biasa tumbuh subur di daerah beriklim tropis. Ciri-ciri tumbuhan Tapakdara : memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas dan bercabang serta berambut. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Bunganya yang indah menyerupai terompet dengan permukaan berbulu halus. Setiap kuntum bunga memiliki 5 kelopak.Tapakdara juga memiliki rumah biji yang berbentuk silindris menggantung pada batang. Penyebaran tumbuhan ini melalui biji. Tapak dara yang masih keluarga kamboja ini diduga berasal dari Amerika Tengah dan India. Sumber lain menyebutkan tapak dara berasal dari Madagascar, karena itu masyarakat Eropa memberinya julukan Madagascar Periwinkle.

Manfaat :
1. Luka bakar
Ambillan beberapa helai daun tapak dara yang masih segar
Cuci sampai bersih
Tumbuk daun tapak dara dengan beras secukupnya hingga menjadi seperti bubur
Tempelkan ramuan tersebut kebagian tubuh yang mengalami luka bakar sampai kering.

2. Akut limfosit leukemia
Rebus 15 gram daun tapak dara dengan air secukupnya sampai mendidih
Saring ambil airnya
Minum air ramuan tersebut secara rutin

3. Khasiat daun tapak dara yang lainnya
Rebusan daun tapak dara juga cocok untuk mengobati berbagai jenis penyakit seperti penyakit hipertensi, kencing manis dan tekanan darah tinggi.

4. Luka baru
Bahan: 2 - 5 lembar daun tapakdara Cara membuat: dikunyah sampai lembut. Cara menggunakan: ditempelkan pada luka baru.

5. Demam
Bahan: 1 genggam (12 -20 gram) daun tapakdara, 3 potong batang dan akar tapakdara Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1,5 gelas. Cara menggunakan: diminum pagi dan sore ditambah gula kelapa.

6. Radang Perut dan disentri
Bahan: 15 - 30 gram daun tapakdara kering Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.
Cara menggunakan: diminum pagi dan sore dan ditambah dengan gula kelapa.

7. Kurang darah
Bahan: 4 putik bunga tapakdara putih. Cara membuat: direndam dengan 1 gelas air, kemudian ditaruh di luar rumah semalam. Cara menggunakan: diminum pagi hari dan dilakukan secara teratur.

8. Tangan gemetar
Bahan: 4 - 7 lembar daun tapakdara Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring.
Cara menggunakan: diminum biasa.

9. Gondong, bengkak, bisul dan borok
Bahan: 1 genggam daun tapakdara Cara membuat: ditumbuk halus. Cara menggunakan: ditempelkan pada yang luka.

Perawatan Tanaman :
Dalam membudidaya tanaman tapak dara dapat dilakukan dengan biji, setek batang dan akar, untuk tanaman yang sudah tua dapat dilakukan peremajaan kembali dengan cara memangkas cabang-cabangnya sehingga muncul tunas yang baru.

Pletekan(Ruellia tuberosa L)

Nama              : Pletekan
Nama Latin    : Ruellia tuberosa L
Jenis              : Tanaman Liar
Keterangan   :
Saat pulang sekolah dulu saya sering sekali melihat tumbuhan buah pletekan disamping got, karena buah tumbuhan ini bisa meledak akhirnya saya petik buahnya dan jadikan mainan, namanya juga anak-anak mencari mainan tidak harus mahal cukup dicari di sekitar aja yang penting bisa membawa kegembiraan.  Nama Pletekan ini didapat dari buah kering jika di kasih air langsung meledak dan mengeluarkan bunyi "pletek" dan bijinya langsung berhamburan kemana-mana.  Pletekan adalah tanaman liar yang biasa tumbuh di pinggir got atau pinggir sawah, mungkin anda sering melihatnya namun tidak pernah memperhatikan tanaman pletekan ini. Pletekan ini sangat ampuh untuk mengobati penyakit kencing manis atau diabetes yang banyak diderita oleh masyarakat kita. 

Manfaat :
1. Daun Pletekan Sembuhkan Luka Borok Kencing Manis Basah
Jika anda terkena kencing manis basah, jika ada luka pastinya susah sembuh dan bisa meninggalkan borok mirip lubang di tubuh. Untuk Mengobati luka borok kencing manis basah caranya Ambil daun Pletekan secukupnya tumbuh halus, kemudian tempelkan pada bagian yang luka, Insya Allah tidak terlalu lama luka kencing manis basah ini akan segera kering dan sembuh.

2. Obat Diabetes dan Kencing Batu
Untuk obat Diabetes dan kencing batu dipakai sebanyak kurang lebih 15 gram daun Pletekan segar, kemudian dicuci sampai bersih. Rebus daun pletekan tadi dengan 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.

Perawatan Tanaman :
Sebarkan biji buahnya di tanah yang lembab.

Catatan :
Dari riset terhadap tumbuhan ini, Daun pletekan yang berbunga ungu mirip bunga terong ini mengandung senyawa yang berkhasiat menurunkan gula darah. Namun, jangan terlalu sering minum ramuan daun Pletekan ini, karena berdasar penelitian pada tumbuhan ini yang diuji, Daun pletekan mengandung unsur senyawa jenis senobiotik yang berbahaya bagi fungsi hati dan ginjal. Jadi sebaiknya untuk pemakaian luar saja.

Tusuk Konde(Wedelia)

Nama              : Tusuk Konde
Nama Latin    : Wedelia 
Jenis              : Tanaman Liar
Keterangan   :
Wedelia biflora biasanya melimpah pada belakang pantai dan sepanjang aliran pasang surut dan batas hutan bakau, dimana jenis ini dapat membentuk belukar yang sulit ditembus. Jenis ini juga umum di hutan sekunder, kebun yang ditinggalkan, perkebunan kelapa dan sawah yang belum ditanami. Tanaman ini termasuk Gulma yaitu tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi.

Keistimewaan :
Digunakan sebagai tumbuhan penutup tanah di perkebunan dengan tujuan untuk menghindari erosi serta mencegah kehilangan air.Tumbuhan ini dapat dijadikan kompos karena mengandung bahan organik yang tinggi sehingga mampu memperbaiki sifat fisik dan hara tanah. selain itu Wedelia biflora dipakai dalam jumlah kecil sebagai bumbu penyedap pada ikan dan daging kura-kura.

Manfaat :
1. Luka terpotong/kena gigitan
Daunnya memiliki kepentingan untuk obat, terutama untuk penggunaan luar. Mengobati luka terpotong atau terkena gigitan.
Getah daunnya dipakai untuk menghentikan luka yang berdarah

2. Sakit Perut
Cairan yang diambil dari daunnya dapat digunakan untuk mengobati sakit perut atau digunakan untuk ibu yang baru bersalin.

3. Kelamin
Akar digunakan untuk obat penyakit kelamin.

4. Sakit Kepala
daun yang telah dihancurkan diusapkan pada kening untuk menyembuhkan sakit kepala

5. batuk yang parah dan malaria
daun yang telah dihancurkan diminum bersama air untuk batuk yang parah dan malaria

6. diare dan sakit perut
daun yang telah dihancurkan dimasukkan ke dalam air untuk diare dan sakit perut

Perawatan Tanaman :
Perbanyakan secara alami dilakukan dengan biji atau dapat dilakukan juga dengan stek.

Putri Malu(Mimosa Pudica)

Nama              : Putri Malu
Nama Latin    : Mimosa Pudica
Jenis              : Tanaman Liar
Keterangan   :
Putri malu atau dalam bahasa latin disebut Mimosa pudica adalah sejenis tanaman perdu pendek asih termasuk dalam anggota suku polong-polongan yang sangat mudah dikenali dengan perilaku unik daun-daunnya yang bisa merespon secara cepat yaitu layu/menutup saat disentuh. Walaupun jenis anggota dalam suku polong-polongan dapat merespon dengan cara yang sama, akan tetapi putri malu mampu bereaksi lebih cepat daripada jenis yang lain. Respon menutup atau layu tersebut hanya bersifat sementara dan akan kembali seperti semula setelah beberapa menit kemudian. Tanaman yang unik ini ternyata juga mempunyai manfaat dan khasiat seunik tanaman itu sendiri.

Keistimewaan :
Kandungan kimia dari jenis tanaman putri malu yang sangat penting adalah mimosine yang mempunyai sifat kimiawi dan efek dalam farmakologi antara lain manis, astringen, dan agak dingin. Sedangkan efek farmkologisnya adalah sebagai penenang (tranquiliser), pelancar dahak (expectoran), sedative, anti batuk (antitusif), penurun panas (antipiretic), pelancar air kencing (diuretic), dan anti radang (anti-inflammatory).

Manfaat :
1. Sebagai Obat Insomnia
Cara membuatnya :
- Rebuslah 30-60 gram daun tanaman putri malu hingga mendidih dan minumlah airnya.
- Dengan mencampurkan sebanyak 15 gram daun tanaman putri malu dengan 15 gram daun sawi langit serta 30 gram daun calincing yang selanjutnya direbus hingga mendidih dan minumlah air hasil rebusannya.

2. Sebagai Obat Bronkitis Kronis
Cara membuatnya :
- Campurkan 600 ml air dengan 60 gram akar tanaman putri malu kemudian direbus dengan api yang kecil, biarkan hingga air hanya tersisa kira-kira 200 ml saja. Bagilah 2 air hasil rebusan untuk 2 kali minum.
- Campurkan 30 gram daun tanaman putri malu, 10 gram akar tanaman peristrophe roxburghiana. Rebuslah dalam satu wadah, dan bagi 2 hasil rebusan untuk 2 kali minum.

3. Obat Batuk Berdahak
- 10 hingga 15 gram direbus dan diminum air hasil rebusannya.

4. Obat Ascariasis
- 15 hingga 30 gram daun tanaman putri malu direbus dan minum hasil rebusannya.

5. Sebagai Obat Rheumatik
- Siapkan 15 gram akar tanaman putri malu lalu direndam ke dalam 500 ml arak putih dalam waktu 2 minggu, cara pemakaiannya adalah dengan menempelkan ke bagian yang sakit.

6. Manfaat penting lainnya dari tanaman putri malu adalah :
- Mampu mengatasi penyakit malaria
- Akar dan biji tanaman putri malu mampu merangsang muntah, mengobati radang mata yang sudah akut, mengobati kencing batu, menurunkan panas demam tinggi pada anak-anak serta sebagai obat manjur penyakit herpes.

Catatan :
- pemakaian akar putri malu secara berlebihan atau melebihi dosis justru akan menyebabkan keracunan dan muntah-muntah.
- Dilarang keras bagi ibu atau wanita hamil untuk mengkonsumsi putri malu baik daun maupun akarnya karena akan sangat membahayakan janin.

Sabtu, 20 Juli 2013

Ajeran(Bidens Pilosa L)


Nama              : Ajeran
Nama Latin    : Bidens Pilosa L
Jenis              : Tanaman Liar
Keterangan   :
Ajeran, atau Bidens Pilosa L, dengan nama tiongkok “jin zhan yin pan” adalah tanaman obat (herba) yang sering sekali tumbuh di kebun, atau pinggir jalan secara liar, menyukai tempat terbuka, agak terlindung, dan ditanah yang agak lembab. Tempat tumbuhnya dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Tumbuhan ini juga merupakan penganggu tanaman musiman dan tahunan. Ya, terkadang saya pun mencabutnya. Tetapi itu dulu, ketika saya belum kenal siapa dia sebenarnya. Tanaman ini mempunyai tinggi 50-150cm, dan menyukai tempat yang panas, atau agak teduh, juga lembab. Batangnya berupa persegi berwarna hijau dan ujung batang kadang berbulu kasar. Daunnya terbagi tiga dan berbentuk bulat telur, dengan pinggir daun bergerigi. Bunganya yang lucu berkelopak warna putih dan kuning kecil-kecil.

Keistimewaan :
Seluruh bagian tanaman ini bisa dipakai sebagai bahan obat-obatan. Akar, daun, dan akar. Tanaman ini bersifat agak dingin, rasanya pahit. Fungsinya antara lain adalah penurun panas atau antipiretik, anti radang (inflamasi), untuk menghentikan pendarahan, melancarkan peredaran darah, juga astringen. Jika diuji dalam laboratorium, ia mempunyai kandungan phytosterin B, bidentin, minyak atsiri, lilin, dan lemak..

Siapa sangka gulma yang sering kita cabut ternyata bermanfaat untuk mengobati penyakit antara lain influenza, demam, sakit tenggorokan, radang usus buntu, infeksi hepatitis akut, gastroenteritis, rheumatik sendi, juga radang selaput otak. Selain itu bisa juga untuk mengobati wasir, gatal-gatal (pruritus) dan sakit gigi. Dengan pemakaian biasanya 15-120gram dengan cara direbus.

Manfaat :
1. Penyakit Utama
- Rematik
Herba ajeran keting 30-60 gram, potong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air hingga menjadi 2 gelas. Saring, minum ramuan ini 2 kali sehari sebelum makan, masing-masing 1 gelas.

2. Penyakit Lain
- Influenza, demam, sakit tenggorokan, radang usus buntuk, hepatitis akut, mencret, rematik sendi, dan radang selaput otak
Daun dan batang muda segar sebanyak 100-200 gram direbus dengan 2 gelas air hingga bersisa 1 gelas. Air rebusan tersebut diminum dalam keadaan hangat atau dingin pada pagi hari sebelum sarapan. Ampas yang tersisa dapat digunakan untuk rebusan selanjutnya. Sebaiknya digunakan untuk sehari, dan diganti dengan bahan yang baru untuk hari berikutnya.
- Luka, digigit ular berbisa, disengat serangga, memar karena terpukul, wasir, dan gatal-gatal
Lumatkan daun ajeran segar secukupnya, kemudian tempelkan pada bagian yang sakit. Pemakaian lainnya bsa juga dengan cara direbus, kemudian dipakai untuk mencuci bagian yang sakit.
- Rabun mata
Rebus akar ajeran secukupnya hingga mendidih. Setelah dingin, gunakan air rebusan tersebut untuk obat tetes mata.
- Sakit gigi
Daun ajeran muda secukupnya, dikunyah beberapa menit, kemudian dimuntahkan (jangan ditelan).
- radang kulit yang bernanah, memar terpukul, wasir dan gatal-gatal 
bahan segar pun bisa dipakai mengobati dan caranya cukup mudah, yaitu, tanaman segar dilumatkan dan dipakai pada tempat dimana sakit itu terjadi. 
- Selain itu, untuk korengan, treatment agak unik 
Caranya, daun dilayukan diatas api, dan ditempel pada tempat yg sakit.

Lidah Mertua(Sansevieria)

Nama              : Lidah Mertua
Nama Latin    : Sansevieria
Jenis              : Tanaman Hias
Keterangan   :
Sansevieria atau yang lebih dikenal dengan Lidah Mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing.

Sansevieria punya banyak kelebihan, seperti mampu bertahan hidup pada rentang waktu suhu dan cahaya yang sangat luas, sangat resisten terhadap polutan, dan mampu menyerap 107 jenis polutan di daerah padat lalu lintas dan ruangan yang penuh asap rokok dan dapat menyerap radiasi barang elektronik. Beberapa polutan yang di serap oleh Sanseviera.

Keistimewaan :
* Sansevieria merupakan jenis tanaman dengan tingkat penyerapan paling tinggi.
* Perawatan tanaman yang murah
* Selalu mengeluarkan zat O2 tanpa menghasilkan zat CO2 sehingga cocok di taruh didalam ruangan.

Manfaat :
* Biasa dimanfaatkan sebagai pagar rumah
* Negara Jepang telah memanfaatkan serat tanamannya sebagai bahan pembuat kain dan kreasi anyaman
* Tanaman ini menghasilkan wewangian saat sore hari terlebih ketika berbunga. Lidah mertua digunakan sebagai bahan parfum di beberapa negara maju
* Bisa dijadikan bahan obat diantaranya;
a. Getah: Dapat digunakan sebagai obat antiseptik
b. Akar : Dapat dimanfaatkan sebagai penyegar rambut/tonik dan obat wasir
c. Daun : Bila dibakar dapat menyembuhkan sakit kepala,Bila direbus sebagai obat diabetes
* Bisa mereduksi radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh komputer dan televisi maka, baik jika tanaman ini ditaruh disamping komputer atau televisi.

Perawatan Tanaman :
1. Tanaman ini bisa hidup dengan paparan sinar matahari maupun di dalam ruangan. Tapi bilaingin di simpan dalam ruangan, jangan lupa dijemur seminggu sekali agar tanaman tetap segar.
2. Penyiraman hanya perlu dilakukan 1-2 kali seminggu. Terlalu sering menyiram justru akan membuat tanaman ini dihinggapi bakteri. Ketika menanam juga pilih media tanam (tanah, sekam bakar, pasir malang dan pakis)
3. Pemupukan lidah mertua biasanya menggunakan pupuk yang tingkat penguraiannya lambat seperti(osmocote, dekastar dan megamp)